Senin, 10 Juni 2013

contoh quesioner dalam bentuk anova



QUESIONER ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT MEMILIH DAGO PLAZA SEBAGAI TEMPAT REKREASI

Bersama ini saya memohon anda untuk mengisi daftar quesioner yang diberikan. Informasi yang anda berikan merupakan bantuan yang sangat berarti dalam menyelesaikan penelitian ini. atas bantuan dan perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
I.       Identitas responden:
1.    Nama                          :
2.    Jenis Kelamin             :
3.    Umur                          
a.    Kurang dari 17 tahun                                e. 46 – 55 tahun
b.    17 - 25 tahun                                             f. 56 – 65 tahun
c.    26 – 35 tahun                                            g. Lebih dari 65 tahun
d.    36 – 45 tahun
4.    Tingkat Pendidikan
a.    SD/Sederajat                                            e. S-1
b.    SMP/Sederajat                                         f.  S-2
c.    SMA/Sederajat                                         g. S-3
d.    Diploma (D1, D2 dan D3)
5.    Pekerjaan
a.    Pelajar                                                       e. Pegawai Swasta
b.    Mahasiswa                                                f. Pengusaha
c.    Pegawai Negeri Sipil                                 g. Pengsiunan
II.      Petunjuk Pengisian
Penelitian menginginkan pendapat anda tentang faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih Dago Plaza Sebagai Tempat Rekreasi. Petunjuk pengisiannya yaitu: pertanyaan pada bagian ini menyediakan jawaban dengan kode (SS, S, RG, TS, STS). Setiap responden hanya diberi kesempatan menyilang (x) satu jawaban.
Adapun makna kodenya adalah sebagai berikut:
SS       : Sangat Setuju
S          : Setuju
RG      : Ragu-Ragu
TS       : Tidak Setuju
STS     : Sangat Tidak Setuju
Pertanyaan
STS
TS
RG
S
SS
1.   Lokasi Dago Plaza yang sangat strategis





2.   Mempunyai banyak macam jenis pertokoan





3.   Karyawannya ramah





4.   Harga produk yang diperdagangkan terjangkau





Pengisi


ttd

Sabtu, 18 Mei 2013

sketsa pemukiman kumuh diTamansari sesudah dan sebelum perencanaan

PEMUKIMAN KUMUH DI TAMANSARI
Kelurahan Tamansari merupakan kelurahan yang terhitung sebagai kelurahan yang jumlah penduduknya padat dan memiliki tingkat kepadatan rumah yang tinggi dengan kondisi yang tidak memenuhi persyaratan layak huni, hal ini dapat disebut bahwa kelurahan Tamansari adalah kelurahan yang termasuk kedalam kategori pemukiman kumuh.
Pemukiman yang kumuh dapat mengakibatkan berbagai masalah. Permasalahan yang terjadi adalah kepadatan penduduk, faktor penyebab frekuensi penduduk yang padat di Tamansari adalah karena daerah ini dekat dengan kawasan pendidikan seperti UNISBA, ITB dan UNPAS. Banyak para Mahasiswa yang merantau dari luar daerah bahkan luar pulau yang mencari ilmu di daerah Tamansari dan tinggal mengambil kontrakan atau kosan di daerah Tamansari, ini mengakibatkan kawasan Tamansari menjadi padat. Selain itu permasalahan yang kedua adalah frekuensi sampah, semakin padat penduduk semakin banyak pula sampah yang dihasilkan, sampah logistik maupun non logistik yang kebanyakan dihasilkan dari para mahasiswa. Tidak adanya TPA yang layak juga membuat sampah di Tamansari tidak terorganisir dengan baik. Kadangkala sampah dibiarkan menumpuk selama seminggu. Masalah yang ke tiga adalah fasilitas yang kurang baik, seperti jaringan air, kadangkala saat musim kemarau, masyarakat Tamansari kekurangan air, ini disebabkan karena di kawasan Tamansari tidak ada resapan air atau penampung air. Permasalahan yang ke empat adalah tidak adanya Lahan kosong atau RTH. Selain itu, pemukiman yang kumuh dan padat juga dapat membuat kemacetan karena frekuensi penduduk yang banyak maka semakin banyak pula volume kendaraan.
            Solusi untuk permasalahan pemukiman kumuh adalah kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut. Mendata ulang penduduk yang ada di kawasan Tamansari dan membatasi jumlah penduduk. Membuat program dan rencana untuk masalah sampah, seperti apa pengolahannya dan bagaimana, menambah fasilitas untuk sampah seperti TPA yang lumayan besar. Membuat peraturan tentang tata tertib membuang sampah. Membuat sumur resapan air dan tempat penampungan air. Membersihkan sungai Cikapundung sebagai fungsi penampung air. Memperbesar drainase dan membuat jaringan air bersih dan air kotor. Membuat dan merancang pemukiman yang bersih indah dan rapih. Membuat rumah susun untuk tempat tinggal masyarakat dan asrama bagi para mahasiswa beserta fasilitas lainnya. Membuat RTH dan taman bermain, lapangan olahraga dan fasilitas yang lain. Membuat lahan kosong untuk lahan parkir. Memperlebar jaringan jalan agar tidak macet.

geoling



BAB I
RESUME PENDAHULUAN

1.1      Pengertian Geologi
Geologi berasal dari bahasa yunani kuno, geo adalah bumi dan logi atau logos adalah ilmu. Jadi geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi. Yang dimaksud dengan gaya geologi adalah gaya yang berasal dari bumi, yaitu gaya endogen dan gaya eksogen. Gaya endogen adalah gaya yang terjadi di dalam bumi, sedangkan gaya eksogen adalah gaya yang terjadi diluar bumi. Gaya endogen gaya yang sifatnya membangun contohnya gempa tektonik, vulkanik dan seisme. Gaya eksogen adalah gaya yang sifatnya merusak contohnya bisa diakibatkan oleh weather atau cuaca seperti angin, hujan dan lain-lain.

1.2      Proses Terbentuknya Bumi
Proses terbentuknya bumi yaitu disebabkan karena adanya gaya endogen dan gaya eksogen. Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang terbentuknya bumi, contohnya teori bigbang, teori solar nebula dan teori supernova.
·      Teori bigbang biasa disebut dengan teori ledakan dahsyat berdasarkan teori bigbang ini, awalnya alam semesta dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus sampai sekarang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNJ0u2cAwcvR99f2f5AQuZa5gpxz_MBstCyTui0bRFhyphenhyphen3kLTI6qmGQ3DYtY-irzWeKywBOQfuz40_RqOGE6zjh5sjYTQ7H3hUdRFh7t1EruXdoKtjhhVeaZkQAff2JGN8OxRBSIQVmfiQ/s1600/the-big-bang-experiment_55231915.jpg
Gambar 1.1
Ledakan Dahsyat
·      Teori solar nebula atau biasa disebut dengan teori kabut, berdasarkan teori ini tata surya berupa kabut yang berputar dan menggumpal, awalnya putaran lambat, karena adanya putaran sehingga suhu dan volume gumpalan kabut berkurang, sehingga menggumpal dipusat putaran dan membentuk lempengan padat. Lempengan padat itu memutar semakin cepat dan ada bagian dari lempengan tersebut terlempar keluar dan suhunya menurun sehingga membentuk sebuah planet-planet dan inti dari gumpalan tersebut menjadi matahari.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOGdEIJvLsEpyrsHooOgg6n4ly_t0Y1opFj_nBwaM0V3TKRWaTk9kZKCheoldCd9N4w6IBIxyIC9b7Fr3XV6t3dmuu6Z-ffsY2bwji5PvHYpEwuYkLavdXAuJJDLuTbYwv2jFEbx1Tzi0/s1600/Nebula.JPG
Gambar 2
Nebula atau Kabut yang Memutar

·      Teori supernova atau biasa disebut dengan ledakan bintang.

http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/11/supernova.jpg
Gambar 3
Ledakan Binatang

Adapula terbentuknya bumi disebabkan karena terjadinya arus konveksi yang terjadi disebabkan karena adanya panas didalam bumi. Arus konveksi adalah zat yang arusnya bersifat air, gas atau padat yang memuai dan bergerak naik, zat yang dingin dan kebih berat turun kebawah.
http://rovicky.files.wordpress.com/2010/11/konveksi-kerak.jpg?w=300&h=197
Gambar 4
Arus Konveksi Seperti Pemanasan Zat Cair

Arus konveksi  yang biasa terjadi di lempeng samudra menyebabkan lempengan tersebut naik ke atas dan terbentuk menjadi sebuah punggungan didalam air karena adanya tekanan. Dari lempeng samudra tersebut arus konveksi menyebabkan lempengan samudra dan lempengan benua bergesekan sehingga menyebabkan batuan di lempengan benua meleleh dan terjadinya semburan batu-batu yang meleleh batu yang meleleh kemudian mengendap menjadi lempengan-lempengan kemudian terjadi lagi arus konveksi, kejadian itu terus menerus terjadi. Mengapa lempengan-lempengan tersebut terus bergerak? Karena lempengan-lempengan tersebut mencari keseimbangan dan terjadinya arus konveksi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8GTHxOpsiXC8XhkNjMV5tFMqBky6SGpFkTbxpD6qSJ-51F7kDUfX_Kl9bdvMFYKFlbkNvj4zCb7qMbOOocxWuiKVN-sa292ju2hq3zHELXeG61pJ7PbHmBd_7Q8la950QezenUh1Rvlo/s320/6931_1092943338609_1677311447_173282_817325_n.jpg
Gambar 5
Arus Konveksi yang Terjadi di Bumi

1.3      Bagian-bagian Bumi
Bumi adalah sebuah planet yang didalamnya terdapat kehidupan. Bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi bumi. Bulan adalah satelit alami bumi. Bumi memiliki beberapa lapisan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitJKuAo7eL4UBrjiUZYklwUL2_mtdqxTeCuPmn9ICSNFwfSF4eCg9sYPT307UVREVUtegPY9KhLMFfOIJ7sUNm8LxPhOu2nvmcY95av7paDUsfDkHNwtDrpZLb_0ZdIOr1mHzjx1vuWZGg/s320/Earthcone275x188.gif
Gambar 6
Lapisan Pada Bumi
(Sumber:http://fisikaunlam.blogspot.com/2011/05/tektonik-lempeng-plate-tectonics.html)

Inti bumi yang terbentuk dari Ni dan Fe merupakan bentuk yang solid yang ketebalannya sekitar 6.378 km dan panasnya mencapai 3000o-5000oC. Inti bumi adalah bagian terdalam dari bumi. Suhu di dalam inti bumi dapat di ukur dengan teori gradient geothermal.
Mantel dalam berupa lapisan kedua setelah inti bumi yang berbentuk liquid dengan kedalaman mencapai 5100 km.
Mantel luar berupa lapisan ketiga setelah mantel dalam berbentuk innert solid dengan kedalaman mencapai sekitar 2400 km.
Crust atau biasa disebut dengan lempengan yang berbentuk solid dengan kedalaman sekitar 0-100 km. Kedalaman lapisan bumi tersebut dapat di ukur menggunakan teori geofisika dan kajian stratigrafi.crust atau lempengan tersebut terbagi kedalam 2 bagian, yang pertama oceanic crust biasa kita sebut dengan lempengan samudra yang terbentuk dari Mg dan Fe bentuknya tipis dan berat kedalaman kurang dari 75 km, dan yang kedua ada continental crust atau biasa kita sebut dengan lempengan benua yang berbentuk tebal tetapi ringan dengan kedalaman mencapai lebih dari 75 km.



1.4      Peran dan Fungsi Geologi dalam PWK
Peran dan fungsi geologi dalam perencanaan wilayah dan kota adalah ilmu PWK mempelajari tentang perencanaan wilayah dan kota, geologi mempelajari tentang bumi, wilayah dan kota merupakan bagian dari bumi. Bumi merupakan objek dan subjek dalam sebuah perencanaan. Kaitannya dengan PWK adalah sebagai pemanfaatan ruang atau biasa kita sebut dengan land use, kita sebagai perencana harus memahami sifat lahan yang akan kita gunakan apakah cocok sebagai budidaya atau sebagai kawasan lindung. Contohnya, di daerah dataran tinggi lebih cocok digunakan sebagai daerah budidaya dan pariwisata alami yang dibentuk oleh alam itu sendiri contohnya budidaya perkebunan dan pariwisata air terjun atau puncak. Di daerah dataran rendah cocok digunakan sebagai daerah pariwisata dan jasa, contohnya pariwisata buatan manusia seperti dufan dan jasa seperti pendidikan. Di daerah pantai cocok digunakan sebagai pariwisata, budidaya dan jasa. Pariwisata alam seperti laut, budidaya ikan dan tambang, jasa seperti penginapan. Yang kedua seorang PWK harus bisa memitigasi bencana alam, daerah bencana alam tidak akan cocok jika di buat sebagai pemukiman yang banyak penduduknya.