BAB
I
RESUME
PENDAHULUAN
1.1 Pengertian
Geologi
Geologi berasal dari bahasa yunani
kuno, geo adalah bumi dan logi atau logos adalah ilmu. Jadi geologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang bumi. Yang dimaksud dengan gaya geologi adalah gaya
yang berasal dari bumi, yaitu gaya endogen dan gaya eksogen. Gaya endogen
adalah gaya yang terjadi di dalam bumi, sedangkan gaya eksogen adalah gaya yang
terjadi diluar bumi. Gaya endogen gaya yang sifatnya membangun contohnya gempa
tektonik, vulkanik dan seisme. Gaya eksogen adalah gaya yang sifatnya merusak
contohnya bisa diakibatkan oleh weather atau cuaca seperti angin, hujan dan
lain-lain.
1.2 Proses
Terbentuknya Bumi
Proses
terbentuknya bumi yaitu disebabkan karena adanya gaya endogen dan gaya eksogen.
Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang terbentuknya bumi, contohnya teori
bigbang, teori solar nebula dan teori supernova.
·
Teori
bigbang biasa disebut dengan teori ledakan dahsyat berdasarkan teori bigbang
ini, awalnya alam semesta dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang
secara terus menerus sampai sekarang.
Gambar 1.1
Ledakan Dahsyat
(Sumber: http://iffah-muhsin.blogspot.com/2011/02/maksudnya-dan-apakah-orang-orang-yang.html)
·
Teori
solar nebula atau biasa disebut dengan teori kabut, berdasarkan teori ini tata
surya berupa kabut yang berputar dan menggumpal, awalnya putaran lambat, karena
adanya putaran sehingga suhu dan volume gumpalan kabut berkurang, sehingga
menggumpal dipusat putaran dan membentuk lempengan padat. Lempengan padat itu
memutar semakin cepat dan ada bagian dari lempengan tersebut terlempar keluar
dan suhunya menurun sehingga membentuk sebuah planet-planet dan inti dari
gumpalan tersebut menjadi matahari.
Gambar 2
Nebula atau Kabut
yang Memutar
·
Teori
supernova atau biasa disebut dengan ledakan bintang.
Gambar
3
Ledakan
Binatang
Adapula
terbentuknya bumi disebabkan karena terjadinya arus konveksi yang terjadi disebabkan
karena adanya panas didalam bumi. Arus konveksi adalah zat yang arusnya
bersifat air, gas atau padat yang memuai dan bergerak naik, zat yang dingin dan
kebih berat turun kebawah.
Gambar 4
Arus Konveksi Seperti Pemanasan Zat Cair
Arus konveksi yang biasa terjadi di lempeng samudra menyebabkan
lempengan tersebut naik ke atas dan terbentuk menjadi sebuah punggungan didalam
air karena adanya tekanan. Dari lempeng samudra tersebut arus konveksi
menyebabkan lempengan samudra dan lempengan benua bergesekan sehingga
menyebabkan batuan di lempengan benua meleleh dan terjadinya semburan batu-batu
yang meleleh batu yang meleleh kemudian mengendap menjadi lempengan-lempengan
kemudian terjadi lagi arus konveksi, kejadian itu terus menerus terjadi.
Mengapa lempengan-lempengan tersebut terus bergerak? Karena lempengan-lempengan
tersebut mencari keseimbangan dan terjadinya arus konveksi.
Gambar 5
Arus Konveksi yang Terjadi di Bumi
1.3 Bagian-bagian
Bumi
Bumi adalah sebuah planet yang
didalamnya terdapat kehidupan. Bumi mengelilingi matahari dan bulan
mengelilingi bumi. Bulan adalah satelit alami bumi. Bumi memiliki beberapa
lapisan.
Gambar 6
Lapisan Pada Bumi
(Sumber:http://fisikaunlam.blogspot.com/2011/05/tektonik-lempeng-plate-tectonics.html)
Inti bumi yang terbentuk dari Ni dan
Fe merupakan bentuk yang solid yang ketebalannya sekitar 6.378 km dan panasnya
mencapai 3000o-5000oC. Inti bumi adalah bagian terdalam
dari bumi. Suhu di dalam inti bumi dapat di ukur dengan teori gradient
geothermal.
Mantel dalam berupa lapisan kedua
setelah inti bumi yang berbentuk liquid dengan kedalaman mencapai 5100 km.
Mantel luar berupa lapisan ketiga
setelah mantel dalam berbentuk innert solid dengan kedalaman mencapai sekitar
2400 km.
Crust atau biasa disebut dengan
lempengan yang berbentuk solid dengan kedalaman sekitar 0-100 km. Kedalaman
lapisan bumi tersebut dapat di ukur menggunakan teori geofisika dan kajian
stratigrafi.crust atau lempengan tersebut terbagi kedalam 2 bagian, yang
pertama oceanic crust biasa kita sebut dengan lempengan samudra yang terbentuk
dari Mg dan Fe bentuknya tipis dan berat kedalaman kurang dari 75 km, dan yang
kedua ada continental crust atau biasa kita sebut dengan lempengan benua yang
berbentuk tebal tetapi ringan dengan kedalaman mencapai lebih dari 75 km.
1.4 Peran
dan Fungsi Geologi dalam PWK
Peran
dan fungsi geologi dalam perencanaan wilayah dan kota adalah ilmu PWK
mempelajari tentang perencanaan wilayah dan kota, geologi mempelajari tentang
bumi, wilayah dan kota merupakan bagian dari bumi. Bumi merupakan objek dan
subjek dalam sebuah perencanaan. Kaitannya dengan PWK adalah sebagai pemanfaatan ruang atau biasa kita sebut
dengan land use, kita sebagai perencana harus memahami sifat lahan yang akan
kita gunakan apakah cocok sebagai budidaya atau sebagai kawasan lindung.
Contohnya, di daerah dataran tinggi lebih cocok digunakan sebagai daerah
budidaya dan pariwisata alami yang dibentuk oleh alam itu sendiri contohnya
budidaya perkebunan dan pariwisata air terjun atau puncak. Di daerah dataran
rendah cocok digunakan sebagai daerah pariwisata dan jasa, contohnya pariwisata
buatan manusia seperti dufan dan jasa seperti pendidikan. Di daerah pantai
cocok digunakan sebagai pariwisata, budidaya dan jasa. Pariwisata alam seperti
laut, budidaya ikan dan tambang, jasa seperti penginapan. Yang kedua seorang
PWK harus bisa memitigasi bencana alam,
daerah bencana alam tidak akan cocok jika di buat sebagai pemukiman yang banyak
penduduknya.