Selasa, 31 Maret 2015

SIP 31 MARET 2015



31 MARET 2015 SIP

Pemodelan dasar data geospasial

Konversi peta
Konvensional (peta cetak) kedalam model vektor
Pengukuran koordinat titik galian c
Atribut Spasial
Atribut Non Spasial
No
Id
X
Y
Nm_Gc
Kpst_Gc
Tahun
1
Gc 01
3,2
12


2009
2
Gc 02
6
35,2


2010
3
Gc 03
24,1
38


2011
4
Gc 04
37
7


2012
5
Gc 05
37
24,9


2013
*Penambahan atribut non spasial yang diperlukan

Peta Konvensional (Cetak) Vs Peta Digital
No
Konvensional
Digital
1
Statis
Statis Dan Dinamis
2
Proses Updating Mahal
Proses Updating Murah
3
Rigid
Fleksibel
4
Diskrit (Lembar Per Lembar)
Kontinu Dan Yang Perlu Saja
5
Analisis Dan Modeling Secara Langsung Tidak Mungkin
Analisis Dan Modeling Secara Langsung Sangat Mungkin
6
Menurunkan (Generate) Data Perlu Interpretasi
Menurunkan (Generate) Tidak Perlu Interpretasi

KONSEP VEKTOR DAN RASTER
                                                            real world
                                                       pemodelan dengan raster

RASTERASI





            +





Senin, 30 Maret 2015

SIP 24 maret 2015



SISTEM PROYEKSI KOORDINAT

Didalam sistem UTM dikenal adanya sistem pembagian zona koordinat, setiap zona memiliki lebar 60 sepanjang garis bujur.
Zona UTM dan pembagian lembar peta 1:250000 untuk diindonesia.
1:25000 = 7’30” x 7’30”
1:50000 = 15’ x 15’
1:100000 = 30’ x 30’
1:250000 = 1030’ x 10





Sabtu, 21 Maret 2015

RESUME PCD (19 MARET 2015)



RESUME PCD (19 MARET 2015)


 
            Gambaran objek permukaan bumi merupakan hasil interaksi antara tenaga dan objek yang direkam. Sumber tenaga yang utama dalam penginderaan jauh adalah radiasi sinar Matahari, tetapi jika perekaman tersebut dilakukan pada malam hari maka dibuat tenaga buatan yang dikenal sebagai tenaga pulsar.
            Proses penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga radiasi Matahari pada siang hari disebut sistem pasif, sedangkan proses penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga buatan yang dilakukan pada malam hari disebut sistem aktif.
·         Resolution
1. Spasial: ukuran objek yang terdeteksi
2. Spektral: panjang gelombang yang digunakan
3. Radiometrik: derajat kedetilan pengamatan
4. Temporal: lama waktu perulangan pada daerah yang sama.
·         Misalnya: sensor 1 sensitive dengan warna biru. Semakin biru, nomor dalam kotak semakin besar, karena sensornya sensitive kepada warna biru.

0

225

128








·         Radiometrik resolution
   Ø  -------à 7 bit (0-127)
   Ø  -----------à 8 bit (0-225)
   Ø  --------------à 9 bit (0-511)
   Ø  --------------------------à 10 bit (0-1023)
·         Citra landsat 8      = 2n - 1
                        =28 - 1
                        =256 - 1
                        =255
216                        = 28 x 28 – 1
                        = (256 x 256) – 1
                        = 85,536 – 1
                        = 85,535
·         Temporal resolution
·         Remote sensor data acquistion
Keterangan: Satelit landsat mengelilingi bumi selama 16 hari.
·         Kelemahan dan kelebihan inderaja satelit

  1. Dapat mengenal objek dimuka bumi
  2. Media antara satelit dan permukaan merupakan kendala, khususnya untuk sensor optik yang menggunakan panjang gelombang kecil
  3. Hanya memberikan informasi yang tepat sesuai dengan kemampuan sensornya (spasial, spektral, radiometri maupun temporal)
  4. Sepanjang kita belum memiliki satelit sendiri, ketergantungan terhadap pihak asing masih dominan
  5. Untuk mendapatkan hasil ketelitian yang tinggi, sangat diperlukan data-data lapangan sebagai kontrol (GCP)


DAFTAR PUSTAKA