TUGAS 2 RESUME SIP
10
Maret 2015
·
Proses
GIS
1. Geodatabase
ArcGis adalah kumpulan dari
berbagai macam jenis data geografis yang terdapat dalam sistem berkas folder
biasa, basis data Ms access, atau DBMS multiuser (seperti Oracle, Microsoft SQL
Server, PostgreSQL, Informix, or IBM DB2). Geodatabase dapat terdiri dari
berbagai macam ukuran seperti geodatabase skala kecil pengguna tunggal
(single-user databases ) sampai ke geodatabase banyak pengguna (workgroup/
enterprise ).
2.
Geoprocessing
(prosesnya, overlay, intersect), Geoprocessing adalah kumpulan fungsi
fungsi yang terhubung dengan sistem arcview dan melakukan operasi
dengan didasarkan dari lokasi geografis layer-layer input, geoprocessing ada 6
fungsi yakni Dissolve, Merge, Clip, Intersect, Union, dan Assign Data.
3.
Geovisualization
adalah kemampuan GIS untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan
bumi ke dalam beberapa layer atau coverage data spasial. Melalui layers ini, data permukaan bumi dapat dimodelkan kembali dalam bentuk nyata (real world tiga dimensi) dengan menggunakan data ketinggian berikut layers tematik yang diperlukan.
·
Sejarah
peta: babilonia, mesir, yunani, romawi, arab/islam, militer.
·
Sejarah
komputer
1. komputer generasi pertama (abad ke 16)
paskal, electronic numerical intergrated and calculator (ENIAC)
2. komputer generasi kedua (1960)
ditemukan transistor
3. komputer generasi ketiga (1970)
integreted circuit (transisitornya banyak)
4. komputer generasi keempat (1971)
microprosesor
5. komputer generasi ke 5 large scale
integration.
·
Perkembangan
SIG Di Akademik:
Ø
Harvard
: Symap (1969) peta sederhana
Calform (1970)
Symuu (1970) peta 3d
Polywrt menganalisis data raster
(citra satelit)
Odyssey
Ø
ITC:
ilwes (1985) seperti GIS
Ø
Clarck
: idrisi
·
Real
world adalah kondisi yang terjadi sebenarnya dan bersifat kompleks
·
Model
real world data harus di konversi menjadi bentuk yang dikenal oleh komputer
(bentuk digital)
Ø Point
Ø Polyline
Ø Polygon
·
proyeksi
peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data
topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. Biasanya cara ini
menggunakan
1. proyeksi kerucut. Proyeksi Kerucut
yaitu pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah
kerucut. Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang
tengah (miring). Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian
berbentuk jari-jari. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa
jari-jari. Proyeksi kerucut diperoleh dengan memproyeksikan globe pada kerucut
yang menyinggung atau memotong globe kemudian di buka, sehingga bentangnya
ditentukan oleh sudut puncaknya. Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar
daerah daerah di lintang 45°.
2. proyeksi silinder. Proyeksi Silinder
adalah suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya berbentuk
silinder dan menyinggung bola bumi. Apabila pada proyeksi ini bidang silinder
menyinggung khatulistiwa, maka semua garis paralel merupakan garis horizontal
dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal.
3. proyeksi azimuthal (zemithal). Proyeksi Zenithal (Azimuthal),
adalah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya.
Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi ini
menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat
proyeksi.
·
Ditinjau
dari distorsi yang diakibatkan:
1. Proyeksi conform, merupakan jenis
proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut
2. Proyeksi equidistant, merupakan
jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak
3. Proyeksi equivalent, merupakan
jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang
lengkung
·
Ditinjau
dari orientasi/kedudukan garis karakteristik
1.
proyeksi
normal
2.
proyeksi
miring
3.
proyeksi
transversal
·
Proyeksi
peta menurut modifikasi (gubahan) dibedakan :
1.
Proyeksi Bonne (Equal Area) Sifat-sifatnya
sama luas. Sudut dan jarak benar pada meridian tengah dan pada paralel standar.
Semakin jauh dari meridian tengah, bentuk menjadi sangat terganggu. Baik untuk
menggambarkan Asia
yang letaknya di sekitar khatulistiwa.
2.
Proyeksi Sinusoidal Pada
proyeksi ini menghasilkan sudut dan jarak sesuai pada meridian tengah dan
daerah khatulistiwa sama luas. Jarak antara meridian sesuai, begitu pula jarak
antar paralel. Baik untuk menggambar daerah-daerah yang kecil dimana saja. Juga
untuk daerah-daerah yang luas yang letaknya jauh dari khatulistiwa. Proyeksi
ini sering dipakai untuk Amerika Selatan, Australia
dan Afrika.
3.
Proyeksi Mercator Proyeksi
Mercator merupakan proyeksi silinder normal konform, dimana seluruh muka bumi dilukiskan
pada bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola bumi, kemudian
silindernya dibuka menjadi bidang datar. Sifat-sifat proyeksi Mercatar yaitu:
4.
Proyeksi Mollweide Pada
proyeksi ini sama luas untuk berubah di pinggir peta.
5.
Proyeksi Gall Sifatnya
sama luas, bentuk sangat berbeda pada lintang-lintang yang mendekati kutub.
6. Proyeksi Homolografik
(Goode) Sifatnya sama luas. Merupakan usaha
untuk membetulkan kesalahan yang terjadi pada proyeksi Mollweide. Baik untuk
menggambarkan penyebaran.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar