Senin, 16 Maret 2015

TUGAS RESUME 2 (10 Maret 2015 )



TUGAS 2 RESUME SIP
10 Maret 2015

·         Proses GIS
1.    Geodatabase ArcGis adalah kumpulan dari berbagai macam jenis data geografis  yang terdapat dalam sistem berkas folder biasa, basis data Ms access, atau DBMS multiuser (seperti Oracle, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, Informix, or IBM DB2). Geodatabase dapat terdiri dari berbagai macam ukuran seperti geodatabase skala kecil  pengguna tunggal (single-user databases ) sampai ke geodatabase banyak pengguna (workgroup/ enterprise ).
2.    Geoprocessing (prosesnya, overlay, intersect), Geoprocessing adalah kumpulan  fungsi fungsi yang terhubung dengan sistem arcview dan  melakukan operasi  dengan didasarkan dari lokasi geografis layer-layer input, geoprocessing ada 6 fungsi yakni Dissolve, Merge, Clip, Intersect, Union, dan Assign Data.
3.    Geovisualization adalah kemampuan GIS untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi ke dalam beberapa layer atau coverage data spasial. Melalui layers ini, data permukaan bumi dapat dimodelkan kembali dalam bentuk nyata (real world tiga dimensi) dengan menggunakan data ketinggian berikut layers tematik yang diperlukan.
·         Sejarah peta: babilonia, mesir, yunani, romawi, arab/islam, militer.
·         Sejarah komputer
1.    komputer generasi pertama (abad ke 16) paskal, electronic numerical intergrated and calculator (ENIAC)
2.    komputer generasi kedua (1960) ditemukan transistor
3.    komputer generasi ketiga (1970) integreted circuit (transisitornya banyak)
4.    komputer generasi keempat (1971) microprosesor
5.    komputer generasi ke 5 large scale integration.
·         Perkembangan SIG Di Akademik:
Ø  Harvard : Symap (1969) peta sederhana
Calform (1970)
Symuu (1970) peta 3d
Polywrt menganalisis data raster (citra satelit)
Odyssey
Ø  ITC:          ilwes (1985) seperti GIS
Ø  Clarck :    idrisi
·         Real world adalah kondisi yang terjadi sebenarnya dan bersifat kompleks
·         Model real world data harus di konversi menjadi bentuk yang dikenal oleh komputer (bentuk digital)
Ø  Point
Ø  Polyline
Ø  Polygon
·         proyeksi peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. Biasanya cara ini menggunakan
1.    proyeksi kerucut. Proyeksi Kerucut yaitu pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah kerucut. Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari. Proyeksi kerucut diperoleh dengan memproyeksikan globe pada kerucut yang menyinggung atau memotong globe kemudian di buka, sehingga bentangnya ditentukan oleh sudut puncaknya. Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar daerah daerah di lintang 45°.
2.    proyeksi silinder. Proyeksi Silinder adalah suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya berbentuk silinder dan menyinggung bola bumi. Apabila pada proyeksi ini bidang silinder menyinggung khatulistiwa, maka semua garis paralel merupakan garis horizontal dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal.
3.    proyeksi azimuthal  (zemithal). Proyeksi Zenithal (Azimuthal), adalah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi ini menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat proyeksi.
·         Ditinjau dari distorsi yang diakibatkan:
1.    Proyeksi conform, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut
2.    Proyeksi equidistant, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak
3.    Proyeksi equivalent, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang lengkung
·         Ditinjau dari orientasi/kedudukan garis karakteristik
1.    proyeksi normal
2.    proyeksi miring
3.    proyeksi transversal
·         Proyeksi peta menurut modifikasi (gubahan) dibedakan :
1.    Proyeksi Bonne (Equal Area) Sifat-sifatnya sama luas. Sudut dan jarak benar pada meridian tengah dan pada paralel standar. Semakin jauh dari meridian tengah, bentuk menjadi sangat terganggu. Baik untuk menggambarkan Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa.
2.    Proyeksi Sinusoidal Pada proyeksi ini menghasilkan sudut dan jarak sesuai pada meridian tengah dan daerah khatulistiwa sama luas. Jarak antara meridian sesuai, begitu pula jarak antar paralel. Baik untuk menggambar daerah-daerah yang kecil dimana saja. Juga untuk daerah-daerah yang luas yang letaknya jauh dari khatulistiwa. Proyeksi ini sering dipakai untuk Amerika Selatan, Australia dan Afrika.
3.    Proyeksi Mercator Proyeksi Mercator merupakan proyeksi silinder normal konform, dimana seluruh muka bumi dilukiskan pada bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola bumi, kemudian silindernya dibuka menjadi bidang datar. Sifat-sifat proyeksi Mercatar yaitu:
4.    Proyeksi Mollweide Pada proyeksi ini sama luas untuk berubah di pinggir peta.
5.    Proyeksi Gall Sifatnya sama luas, bentuk sangat berbeda pada lintang-lintang yang mendekati kutub.
6.    Proyeksi Homolografik (Goode) Sifatnya sama luas. Merupakan usaha untuk membetulkan kesalahan yang terjadi pada proyeksi Mollweide. Baik untuk menggambarkan penyebaran.

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar