Aku punya teman kosan bernama Dhika Roy Vita Sari. Namun karena kami terlalu dekat, aku memanggilnya dengan Mbak Roy. Aku panggil dia "Mbak" karena dia blasteran Jawa x Pekan Baru dan lagi "ROY" itu panggilan anak-anak kosan kepadanya. Mbak Roy ini orangnya lucu + penakut. Jadi lucu sekali jika aku takut-takuti.
Pada siang hari, kamar kami bersebrangan namun masih satu lantai di lantai ke dua. Aku mengerjainya dengan mengetok kamarnya namun aku langsung kabur. "siapalah itu ih enggak lucu" katanya sambil ketakutan. Pernah juga pada malam hari saat di kosan kita cuman berdua namun sedang berada dikamar masing-masing. Saat itu lampu tiba-tiba mati, dan ya ! Dia berteriak sambil berlari dan meraba raba untuk menuju kamarku. hehehehehe, lucu sekali. Pernah juga pada siang hari, bapak kosan kami pelit air, dilantai 2 hanya ada 2 kamar mandi untuk 6 orang dan air hanya dinyalakan pada jam 03.00 subuh dan 14.00 siang, posisi kamar mandi milikku sedang tidak ada air. Lalu, aku berencana ke kamar mandi milik Mbak Roy, pintu kamar mandi dan kamar tidur Mbak Roy bersebelahan dan saat itu pintu kamarnya sedang terbuka. "Mbak aku ikut ke toilet" aku bilang. Tiba-tiba dia berterak dan meloncat kearahku lalu menarik bajuku seolah-olah dia ingin naik ketubuhku minta digendong. Akupun terkejut, "aduuuuuuuuuhhh, kenapa siiiiiiiiiiiihhh?" tanyaku kesal. "ada CICAAAAAAAAAAAAAK" tunjuknya ke kasur miliknya sambil mau menangis (tapi lucu). "tadi dia nongol di kasur aku, pas aku lagi beres-beres kamaaaaaaaaaaaar" katanya lagi. ya setelah itu aku menolongnya untuk mengusir cicak itu.
Aku tak tahu tepatnya kapan, namun aku ingat saat itu kami akan pergi ke kosan baru teman kosan kami yang dulu pernah sama-sama disatu kosan yang sama (pusingkan) maksudku dia dulu pernah satu kosan dengan kami, namun dia pindah kosan. Kami berencana mengunjunginya. Kosan baru dia berada di daerah Sadang Serang, dan kosan kami berada di Taman Sari Bawah. Aku dan Mbak Roy pergi mengunjungi teman kami itu dengan mengendarai motor milikku, aku dibonceng oleh Mbak Roy. Kami melewati jalan Gelap Nyawang depan ITB. Ketika melewati jalan tersebut aku merasa ada sesuatu yang berasal dari pohon jatuh ke helm milikku, seperti ranting tapi entahlan aku tidak bisa melihat karena dia jatuh diatas helmku. "Mbak ada yang jatuh ke helmku, kayaknya cicak" candaku, aku benar-benar menyangka itu hanya ranting pohon. "eeeeeh jangan gitulah maaaaaaaaak, dia itu kalau disebut-sebut nanti beneran nongol" katanya kental dengan logat Pekan Barunya. "hahahahahaha iya deh becandaaaaaaaaaa keleeesssssss" jawabku. Melewati jalan Gelap Nyawang kita meneruskan perjalanan menuju jalan Dago yang sedang macet. Tiba-tiba aku melihat ada cicak yang melompat dari helmku ke helmnya Mbak Roy (OoO) waduuuuuuuuh ! aku harus tenang menjelaskannya karena posisi dia sedang mengendarai motor, aku takut ketika dia tahu ada cicak di helmnya dia terkejut dan langsung menggas motor kami sampai loncat. "mbak coba kita kepinggir dulu" kataku tenang. "mau ngapain ma?" tanyanya penasaran. "udah nurut aja mbak, itu tuh disitu berhenti" tunjukku kedepan sebuah toko. "ada apa sih maa?" sambil menggoyangkan bahunya kesal ingin jawaban dariku. "udah sok, sok berhenti dulu" kataku lagi. akhirnya kita berhenti, lalu aku turun dari motor. "ada apa sih ma?" tanyanya. "sebentar mbak" kataku sambil membukakan helm miliknya. Aku melihat mukanya yang kebingungan. Setelah aku melepas helm miliknya dan menaruhnya di dekat kakinya dia baru sadar disana ada cicak. "huwwwwwaaaaaaaaaaaaaaaa kenapa engga bilaaaaaaaaaaaaaaaanggggg" katanya sambil menangis (tapi lucu). "HAHAHAHAHAH kalau aku bilang nanti kita bisa jumping di motor mbaaaaaaaaak" begitulah cerita Mbak Roy dengan Cicak. aku harap suatu saat dia tidak takut berlebihan lagi dengan cicak, kalau masih takut nanti aku takut-takuti lagi loooooooohhhhhhhhhhh :D
ini foto Mbak Roy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar