RESUME PCD
21 MEI 2015
a. Aplikasi
Pengolahan Citra Digital (Vegetasi Dan Hutan)
Penginderaan jauh
(atau disingkat inderaja) adalah
pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat
yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran
atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak
jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat
luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain.
Pengolahan citra
adalah salah satu cabang dari ilmu informatika.
Pengolahan citra berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra/gambar menjadi citra lain dengan menggunakan
teknik tertentu.
Citra Landsat merupakan gambaran
permukaan bumi yang diambil dari luar angkasadengan ketinggian kurang lebih 818
km dari permukaan bumi, dengan skala 1 : 250.000.Dalam setiap perekaman citra
landsat mempunyai cakupan area 185 km x 185 km sehinggaaspek dari objek
tertentu yang cukup luas dapat diidentifikasi tanpa menjelajah seluruh
daerahyang disurvei atau yang diteliti.
Satelit landsat memiliki dua buah
sensor yaitu Multi Spectral Scanner (MSS) dan Tematic Mapper (TM). Sensor TM
mempunyai resolusi sampai 30 x 30 m, dan bekerja mengumpulkan data permukaan bumi
dan luas sapuan 185 km x 185 km. sedangkan resolusi radiometriknya 8 bit, yang
berarti setiap pixel mempunyai nilai jangkauan data dari 0-225. Sensor TM
merupakan system yang sangat kompleks yang memerlukan toleransi
(kelonggaran) pembuatan yang sangat kecil, sehingga tidak memungkinkan dibuat
penyempurnaan di masa mendatang untuk memperkecil resolusi spasial sampai
dibawah 20 M (Butler, S.1988). Sensor
Thematic Mapper mengamati obyek-obyek di permukaan bumi dalam 7 band spektral,
yaitu band 1, 2 dan 3 adalah sinar tampak (visible), band 4, 5 dan 7 adalah
infra merah dekat, infra merah menengah, dan band 6 adalah infra merah termal
yang mempunyai resolusi spasial 120 x 120 m. Luas liputan satuan citra adalah
175 x 185 km pada permukaan bumi. Landsat 5 mempunyai kemampuan untuk meliput
daerah yang sama pada permukaan bumi pada setiap 16 hari, pada Ratnasari,
2000).
Landsat 1, Landsat 2 dan landsat 3
mempunyai dua sensor yaitu RBV (Return Beam Vidicon) dan MSS (Multi Spectral
Scanner). Landsat 4 dan 5 merupakan pengembangan sensor pada sistem Landsat
sebelumnya dengan peningkatan resolusi spasial, resolusi radiometrik dan
resolusi spektral. Landsat 1, 2 dan 3 membawa empat saluran sensor MSS,
sedangkat Landsat 4 dan 5 membawa empat saluran sensor MSS dan sensor TM
(Thematic Mapper) 7 saluran, dan ETM (Enhanced Thematic Mapper plus) (Purwadhi
2001). Pada Landsat 6 dan 7 TM ditambah lagi menjadi ETM (Enhanced Thematic
Mapper) dan ETMP (Enhanced Thematic Mapper Plus).
Sensor
Landsat memiliki beberapa band dengan fungsi tertentu. Karakteristik sensor
Landsat adalah sebagai berikut:
a)
Satu 0,4 – 0,52 Biru Dapat menembus air
dengan baik, memberikan analisis karakteristik tanah dan air. Baik untuk
memetakan atau memantau daerah pesisir.
b)
Dua 0.52 – 0,64 Hijau Dapat digunakan untuk
membedakan tanaman sehat dan tanaman sakit.
c)
Tiga 0,63 – 0.69 Merah Dapat membedakan vegetasi
dan bukan vegetasi.
d)
Empat 0,76 – 0.9 IM dekat Membedakan tanah
dengan vegetasi, tanah dengan air, menggambarkan badan air, membantu mengidentifikasi
tanaman pertanian.
e)
Lima 1,55 – 1,75 IM tengah Untuk menentukan
jenis tanaman, kandungan air pada tanaman dan kelembapan tanah.
f)
Enam 10,4 – 12,5 IM thermal Formasi batuan
serta pemetaan hidrothermal.
g)
Tujuh 2,08 – 2,35 IM jauh Mengidentifikasi
tipe-tipe vegetasi, kelembapan tanah, mengidentifikasi batuan.
b. GIS in Agriculture
Curran (1985) mengatakan bahwa penginderaan
jauh adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar
lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi
yang berguna
a) Dalam perencanaan citra digital dibantu dengan Citra
ALOS yang digunakan untuk mempermudah proses identifikasi objek.
b) Informasi penutupan lahan dapat dikenali secara
langsung dari citra satelit, sementara informasi penggunaan lahan merupakan
hasil kegiatan manusia dalam suatu lahan atau fungsi lahan, sehingga tidak
selalu dapat ditafsirkan secara langsung dari citra penginderaan jauh, namun
secara tidak langsung dapat dikenali dari penutupan lahannya.
Perbandingan Lahan Kering dan Basah di Citra SPOT4 di
Indonesia terdapat di Kab.Jeneponto :
Pada citra musim basah objek yang
berwarna biru adalah sawah yang memiliki air, sedangkan pada citra musim kering
objek sawah tidak memiliki air (warna objek kecoklatan), perubahan warna objek
sawah disebabkan oleh pantulan gelombang air yang terekam oleh citra. Berikut
ini rona dan warna air di citra.
Menjelaskan daerah yang tergolong
basah pada saat musim hujan, dan tergolong kering pada musim kemarau. Ada juga
daerah yang tergolong basah pada saat musim kemarau, daerah ini umumnya adalah
daerah yang dapat menyimpan air disaat musim kemarau, di citra satelit SPOT 4
daerah tersebut memiliki warna dan rona air.
Teknik pengolahan citra telah
banyak dipergunakan dalam bidang pertanian antara lain untuk penentuan jenis
cacat biji kopi, pemeriksaan mutu pertanian karet, pemutuan buah mangga,
identifikasi tingkat ketuaan dan kematangan jeruk lemon dan manggis.
Dalam
perkembangannya pengolahan citra dapat digunakan dalam membedakan jenis produk
karena teknologi ini memiliki kemampuan dalam menganalisis produk berdasarkan
perbedaan intensitas warna.
a) Adaptasi teknologi machine vision dan image
processing dalam pertanian misalnya ditunjukkan dengan penggunaannya
dalam perancangan alat Support Machine Vector yang dapat melakukan
pembedaan tanaman dengan langsung dan memiliki database sehingga
dapat juga membedakan beberapa jenis tanaman sekaligus (Lin, 2009)
b) Sistem penangkap dan pengolah citra tersebut telah
banyak berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Teknologi ini telah
mencapai tingkat ketelitian yang cukup tinggi yaitu ada yang mencapai 90% lebih
serta memiliki kelebihan dalam tingkat objektivitas yang stabil dan waktu
pengolahan yang relatif cepat (Lin, 2009, Neto et al., 2006).
c) penggunaan algoritma pengolahan citra digital untuk
membedakan dan mengidentifikasi tanaman yang dirusak oleh hama pada tanaman
jagung di Brazil (Sena Jr et al., 2003)
DAFTAR
PUSTAKA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar