Selasa, 05 Mei 2015

RESUME SIP OPERATIONAL SPATIAL GIS



RESUME SIP
OPERATIONAL SPATIAL GIS
28 april 2015

a. Intersect

 








1.    Input features= diisikan dengan beberapa layers yang akan diintersect
2.    Output feature class= diisikan dengan nama dan lokasi hasil penggabungan akan disimpan.
3.    Join attribute (optional)= diiisi dengan pilihan semua atribut yang akan disatukan.
4.    XY tolerance(optional)= diisi dengan tolerasi jarak untuk analisis.
5.    Output type (optional)= diiskan dengan jenis output… isikan dengan input supaya hasilnya sama dengan file input.

b. Union
Merupakan proses analisis untuk menggabungkan dua feature dan keseluruhan layer dan data tabularnya akan disatukan. Penggabungan dua data.

1.    Input feature = diisikan dengan layer yang akan digabungkan
2.    Output feature = diisikan dengan feature kedua yang akan digabungkan
3.    Join attribute (optional) = diisikan dengan attribute apa yang akan disatukan, dengan pilihan all atau FID (attribute dasar).
4.    XY tolerance (optional) diiskan dengan jarak yang digunakan sebagai toleransi analisis.
5.    Gaps Allowed (optional) = defaultnya dicontreng saja.

c. Buffer

Buffer adalah proses analisis yang digunakan untuk membuat feature tambahan di sekeliling feature asli dengan menentukan jarak tertentu. Buffer dapat digunakan untuk feature titik, garis maupun polygon. Dalam ilmu perencanaan wilayah dan kota biasanya digunakan untuk mengetahui sempadan sungai, mata air, kereta api dan lain sebagainya.

d. Clip
Clip adalah proses mengextrak/suatu feature dengan feature yang dijadikan batasan wilayah clip.
1.    Input features = diisikan dengan layer yang akan di clip/dipotong
2.    Clip features = diisikan dengan layer yang akan menjadi pemotong (dalam bentuk polygon)
3.    Output feature class = diisikan nama layer dan folder hasil clip.
4.    XY tolerance (optional) = diiskan nilai toleransi yang satuannya diisikan pada pilihan drop menu yang dimulai dengan unknown. Karena optional bagian ini bisa dilewatkan dan tidak harus diisi.

e. Split
Split adalah proses memisahkan satu layers menjadi beberapa layer dengan menggunakan satu polygon yang terpecah-pecah. Misalnya memisahkan satu layers kontur yang besar menjadi beberapa sheet atau grid seperti gambar berikut. Split membagi batas administrasi sesuai zona untuk menghitung luas perAdministrasi.
1.    Input features=diisikan dengan layer yang akan dipisah-pisahkan/split.
2.    Split features=diisikan dengan layer yang akan menjadi pemisah.
3.    Split field= diiskan dengan nama field yang akan menjadi dasar.
4.    Target workspace = diisikan dengan folder dimana hasil split akan disimpan.
5.    XY Tolerance = diisikan dengan angka toleransi jarak yang digunakan dalam analsisi

a.    Network analisis berfungsi untuk menghitung jarak dan waktu yang paling cepat (sederhana). Dalam konteks studi transportasi, Network Analysis (NA) secara umum adalah Pemodelan Transportasi Makroskopis untuk melihat hubungan antar obyek yang dihubungkan oleh jaringan transportasi.
b.    Service area berfungsi untuk mengetahui sebaran pelayanan, biasanya digunakan untuk orang-orang yang memiliki bisnis. Agar tepat meletakan tempat bisnisnya, yang banyak di datangi oleh pelanggan atau konsumen. Service area adalah metode untuk memperhitungkan area cakupan dari suatu obyek. Cakupan ini didasarkan pada waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai suatu obyek melalui jaringan transportasi.
c.    Closest fasility berfungsi untuk mengetahui jarak terdekat ke tempat kejadian, biasanya digunakan oleh 911 dan pesan antar MCD. Closest Facility Analysis dapat digunakan sebagai metode untuk menentukan fasilitas mana yang lebih dekat dari suatu titik.
d.    OD Matrix Analysis adalah analisa untuk menghitung Cost (bisa dalam bentuk jarak tempuh atau waktu tempuh) antara tiap pasangan origin dan destination.
DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar