RESUME SIP
OPERATIONAL SPATIAL GIS
28
april 2015
a. Intersect
1.
Input features= diisikan dengan beberapa
layers yang akan diintersect
2.
Output feature class= diisikan dengan nama
dan lokasi hasil penggabungan akan disimpan.
3.
Join attribute (optional)= diiisi dengan
pilihan semua atribut yang akan disatukan.
4.
XY tolerance(optional)= diisi dengan tolerasi
jarak untuk analisis.
5.
Output type (optional)= diiskan dengan jenis
output… isikan dengan input supaya hasilnya sama dengan file input.
b. Union
Merupakan
proses analisis untuk menggabungkan dua feature dan keseluruhan layer dan data
tabularnya akan disatukan. Penggabungan dua data.
1.
Input feature = diisikan dengan layer yang
akan digabungkan
2.
Output feature = diisikan dengan feature
kedua yang akan digabungkan
3.
Join attribute (optional) = diisikan dengan
attribute apa yang akan disatukan, dengan pilihan all atau FID (attribute
dasar).
4.
XY tolerance (optional) diiskan dengan jarak
yang digunakan sebagai toleransi analisis.
5.
Gaps Allowed (optional) = defaultnya
dicontreng saja.
c. Buffer
Buffer
adalah proses analisis yang digunakan untuk membuat feature tambahan di
sekeliling feature asli dengan menentukan jarak tertentu. Buffer dapat
digunakan untuk feature titik, garis maupun polygon. Dalam ilmu perencanaan
wilayah dan kota biasanya digunakan untuk mengetahui sempadan sungai, mata air,
kereta api dan lain sebagainya.
d. Clip
Clip
adalah proses mengextrak/suatu feature dengan feature yang dijadikan batasan
wilayah clip.
1.
Input features = diisikan dengan layer yang
akan di clip/dipotong
2.
Clip features = diisikan dengan layer yang
akan menjadi pemotong (dalam bentuk polygon)
3.
Output feature class = diisikan nama layer
dan folder hasil clip.
4.
XY tolerance (optional) = diiskan nilai
toleransi yang satuannya diisikan pada pilihan drop menu yang dimulai dengan unknown.
Karena optional bagian ini bisa dilewatkan dan tidak harus diisi.
e.
Split
Split
adalah proses memisahkan satu layers menjadi beberapa layer dengan
menggunakan satu polygon yang terpecah-pecah. Misalnya memisahkan satu layers
kontur yang besar menjadi beberapa sheet atau grid seperti gambar berikut. Split
membagi batas administrasi sesuai zona untuk menghitung luas perAdministrasi.
1.
Input features=diisikan dengan layer yang
akan dipisah-pisahkan/split.
2.
Split features=diisikan dengan layer yang
akan menjadi pemisah.
3.
Split field= diiskan dengan nama field yang
akan menjadi dasar.
4.
Target workspace = diisikan dengan folder
dimana hasil split akan disimpan.
5.
XY Tolerance = diisikan dengan angka
toleransi jarak yang digunakan dalam analsisi
a.
Network analisis berfungsi untuk menghitung
jarak dan waktu yang paling cepat (sederhana). Dalam konteks studi
transportasi, Network Analysis (NA) secara umum adalah Pemodelan Transportasi
Makroskopis untuk melihat hubungan antar obyek yang dihubungkan oleh jaringan
transportasi.
b.
Service area berfungsi untuk mengetahui
sebaran pelayanan, biasanya digunakan untuk orang-orang yang memiliki bisnis. Agar
tepat meletakan tempat bisnisnya, yang banyak di datangi oleh pelanggan atau
konsumen. Service area adalah metode untuk memperhitungkan area cakupan dari
suatu obyek. Cakupan ini didasarkan pada waktu tempuh yang diperlukan untuk
mencapai suatu obyek melalui jaringan transportasi.
c.
Closest fasility berfungsi untuk mengetahui
jarak terdekat ke tempat kejadian, biasanya digunakan oleh 911 dan pesan antar
MCD. Closest Facility Analysis dapat digunakan sebagai metode untuk menentukan
fasilitas mana yang lebih dekat dari suatu titik.
d.
OD
Matrix Analysis adalah analisa untuk menghitung Cost (bisa dalam bentuk jarak tempuh atau
waktu tempuh) antara tiap pasangan origin dan destination.
DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:
Posting Komentar