Senin, 18 Mei 2015

RESUME SIP



RESUME SIP
TAMBAHAN SIP (PRESENTASI OBIA DAN WATER RESOURCE MANAGEMENT)

            Echosounder adalah alat untuk mengukur kedalaman air dengan mengirimkan tekanan gelombang dari permukaan ke dasar air dan dicatat waktunya sampai echo kembali dari dasar air. Adapun kegunaan dasar dari echosounder yaitu menentukan kedalaman suatu perairan dengan mengirimkan tekanan gelombang dari permukaan ke dasar air dan dicatat waktunya sampai echo kembali dari dasar air.
            Single-Beam Echo Sounder merupakan alat ukur kedalaman air yang menggunakan pancaran tunggal   sebagai pengirim dan penerima sinyal gelombang suara. Sistem batimetri dengan menggunakan single beam secara umum mempunyai susunan : transciever (tranducer/reciever) yang terpasang pada lambung kapal atau sisi bantalan pada kapal. Sistem ini mengukur kedalaman air secara langsung dari kapal penyelidikan.  Transciever yang terpasang pada lambung kapal mengirimkan pulsa akustik dengan frekuensi tinggi yang terkandung dalam beam (gelombang suara) secara langsung menyusuri bawah kolom air. Energi akustik memantulkan sampai dasar laut dari kapal dan diterima kembali oleh tranciever.
            Multibeam Echosounder (MBES) merupakan alat yang digunakan dalam proses pemeruman dalam suatu survei hidrografi. Pemeruman (sounding) sendiri adalah proses dan aktivitas yang ditunjukan untuk memperoleh gambaran (model) bentuk permukaan (topografi) dasar perairan (seabed surface). Sedangkan survei hidrografi adalah proses penggambaran dasar perairan tersebut, sejak pengukuran, pengolahan, hingga visualisasinya. (Poerbandono dan Djunarsah, 2005). Multibeam Echosounder sebagai alat pengukuran dalam survey tidak bisa berdiri sendiri dalam melakukan pekerjaannya. Biasanya MBES juga terintegrasi dengan peralatan pendukung lainnya, oleh karena itu sering juga disebut sebagai Multibeam Echosounder Sonar System (MBSS). Menurut (Godin, 1998), “sistem” pada MBSS merujuk pada sekumpulan sensor dipasang pada suatu wahana survei yang digunakan secara bersamaan untuk mendapatkan pengukuran kedalaman seketika. Instrumentasi dasar tersebut antara lain:
1.      Tranduser
2.      Transreceiver
3.      Unit control dan integrasi
4.      Unit Referensi Vertikal (sensor roll, pitch, yaw dan heave)
5.      Sound Velocimeters
6.      Positioning System
7.      Sensor Heading


            OBIA (Object Base Image Analysis) merupakan teknik klasifikasi yang tidak hanya memandang dari rona dan tektur piksel namun berdasarkan dari kesatuan objek, atau OBIA merupakan pendekatan yang proses klasifikasinya tidak hanya mempertimbangkan aspek spektral namun aspek spasial objek. Perbedaannya dengan yang lainadalah yang lain hanya mempertimbangkan rona dan tekstur saja.

DAFTAR PUSTAKA

http://riezezalovelygirl.blogspot.com/2011/03/indriati-sari-kusmayani.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar